Cara ini saya dapatkan ketika menonton acara Khazanah di Trans 7 yang tayang pukul 05.30 WIB. Ada hal menarik yang sangat memberi saya pelajaran dan InsyaAllah hal ini juga sangat bermanfaat untuk kita semua.
Menasehati adalah hal umum yang dilakukan oleh seseorang untuk membuat orang lebih baik. Ada dua jenis cara menasehati, dengan cara lembut dan kasar. Tetapi menasehati secara kasar cenderung terlihat seseorang tersebut marah, bukan malah menasehati. Cara yang kasar juga hanya menyebabkan orang lain tersakiti dan berpeluang enggan untuk berubah.
Segala sesuatunya memiliki aturan. Mau itu adat, norma masyarakat dan agama. Begitu juga dengan Islam yang memiliki aturan-aturan untuk manusia guna mempermudah dan memperbaiki hidupnya. Dimana ada aturan disana ada pelanggaran. Dan setiap pelanggaran-pelanggaran tersebut perlu diperbaiki dengan cara memberitahukan yang benar atau menasehatinya.
Pernahkah Anda mendapati seorang wanita yang mengenakan jilbab transparan dan bercelana jeans? Lalu apakah yang ada dipikiran kita? Apakah kita lantas mengatakan 'hei, berjilbab bukan seperti itu, harus seperti ini!'
"Menasehati ada dua cara, yaitu dengan fiqih (syariat) untuk imannya yang sudah mapan dan dakwah untuk imannya yang masih belum mapan." Ini yang saya dapat dari acara tersebut.
Contoh:
Menasehati secara fiqih adalah kita menasehati dengan menyampaikan secara langsung hal yang tidak sesuai dengan syariat kepada orang yang imannya sudah mapan. Jika Anda katakan 'hal itu tidak boleh dilakukan, haram !', maka ia akan menerimanya.
Namun, apabila cara ini dilakukan kepada orang yang belum mapan imannya, malahan ia akan menganggap bahwa perkara tersebut berat. Akan lebih baik jika kita menasehatinya dengan bahasa yang lebut seperti gaya pendakwah yang biasa kita saksikan di televisi.
Misal, "oh, coba kamu begini pasti lebih baik". Menggunakan bahasa dakwah dengan gaya santai dan diselipkan dengan candaan.
Saya sering juga mengatakan bahwa pacaran tidak ada didalam Islam. Mungkin teman-teman blogger lain tahu dengan hal ini. Saya sering mengatakan "Jomblo is high quality", "Say no for PacaranPraNikah", bahkan saya memaparkan secara gamblang tentang pacaran, tidak serta merta mengatakan bahwa pacaran itu haram. Bisa Anda lihat ditulisan saya Bahas Diskusi Pacaran Yang Saya Lakukan Part 1 dan Part 2 .
Karena menurut saya kebanyakan remaja masih labil begitu juga dengan imannya yang masih belum mapan. Saya berkata begini bukan berarti saya memiliki iman yang mapan melainkan masih dalam tahap belajar. Coba memisahkan mana yang baik dan buruk.




















